Seputar tentang penghargaan Ballon d’or 2013 3 # Tulisan 1 Softskill #
Zurich (ANTARA News) - Para peraih penghargaan sebagai yang terbaik dalam laga sepak bola pada 2012 pada acara yang diselenggarakan FIFA di markas besar mereka, Senin malam waktu setempat.
Ballon d`Or:
1.LionelMessi(Argentina)
2. Cristiano Ronaldo (Portugal)
3. Andres Iniesta (Spanyol)
Pelatih:
1. Vicente Del Bosque (Spanyol)
2. Jose Mourinho (Portugal)
3. Pep Guardiola (Spanyol)
Tim
Iker Casillas (Spanyol) - Dani Alves (Brazil), Gerard Pique (Spanyol), Sergio Ramos (Spanyol), Marcelo (Brazil) - Xabi Alonso (Spanyol), Xavi Hernandez (Spanyol), Andres Iniesta (Spanyol) - Lionel Messi (Argentina), Radamel Falcao (Kolumbia), Cristiano Ronaldo (Portugal)
Gol terbaik:
1. Miroslav Stoch (Slowakia)
2. Falcao (Kolumbia)
3. Neymar (Brazil)
Fairplay: Uzbekistan Football Federation (UFF) Penghargaan presiden FIFA: Franz Beckenbauer (Jerman)
Para Peraih Ballon d'Or:
1956: Stanley Matthews/Blackpool
1957: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1958: Raymond Kopa/Real Madrid
1959: Alfredo Di Stéfano/Real Madrid
1960: Luis Suárez/Barcelona
1961: Omar Sívori/Juventus
1962: Josef Masopust/Dukla Prague
1963: Lev Yashin/Dynamo Moscow
1964: Denis Law/Manchester United
1974: Johan Cruyff/Barcelona
1975: Oleg Blokhin/Union Dynamo Kyiv
1976: Franz Beckenbauer/Bayern Munich
1977: Allan Simonsen/Borussia Mönchengladbach
1978: Kevin Keegan/Hamburg
1979: Kevin Keegan/Hamburg
1980: Karl-Heinz Rummenigge/Bayern Munich
1981: Karl-Heinz Rummenigge/Bayern Munich
1982: Paolo Rossi/Juventus
1983: Michel Platini/Juventus
1984: Michel Platini/Juventus
1985: Michel Platini/Juventus
1986: Igor Belanov/Dynamo Kyiv
1987: Ruud Gullit/Milan
1988: Marco van Basten/Milan
1989: Marco van Basten/Milan
1990: Lothar Matthäus/Internazionale Milan
1991: Jean-Pierre Papin/Marseille
1992: Marco van Basten/Milan
1993: Roberto Baggio/Juventus
1994: Hristo Stoichkov/Barcelona
1995: George Weah/Milan
1996: Matthias Sammer/Borussia Dortmund
1997: Ronaldo/Internazionale Milan
1998: Zinedine Zidane/Juventus
1999: Rivaldo/Barcelona
2000: Luís Figo/Real Madrid
2001: Michael Owen/Liverpool
2002: Ronaldo/Real Madrid
2003: Pavel Nedved/Juventus
2004: Andriy Shevchenko/Milan
2005: Ronaldinho/Barcelona
2006: Fabio Cannavaro/Real Madrid
2007: Kaká/Milan
2008: Cristiano Ronaldo/Manchester United
2009: Lionel Messi/Barcelona
2010: Lionel Messi/Barcelona
2011: Lionel Messi/Barcelona
2012 : Lionel Messi/Barcelona
Sumber :
http://www.antaranews.com/berita/352001/para-peraih-penghargaan-ballon-dor
http://www.bola.net/editorial/data-dan-fakta-seputar-ballon-dor.html
Senin, 21 Januari 2013
Manajemen Keuangan Wirausaha # Tugas 5 Softskill Etika Bisnis#
Manajemen Keuangan ialah cara mengelola sumber-sumber dana dan mengalokasikan dana tersebut secara efektif dan efisien dalam suatu kegiatan usaha atau bisnis.
•Tujuan manajemen keuangan yaitu memaksimalkan “keuntungan” melalui perencanaan dan pengelolaan keuangan secara sistemik.
•“Keuntungan” merupakan nilai lebih yang diperoleh melalui operasi usaha, baik dalam bentuk material (uang, asset, dll) maupun non material (knowledge, skill, experience, dll).
•Manajemen Keuangan Usaha Wirausaha adalah manajemen keuangan yang dijalankan oleh para pelaku usaha mikro dan kecil untuk mengelola keuangan.
•Manajemen keuangan wirausaha harus lebih simple, sederhana dan aplikatif, namun tetap dalam ketentuan yang standart dan lazim.
•Manajemen keuangan wirausaha perlu mempertimbangkan karakternya yang memiliki kecepatan perputaran dan jenis usaha yang relatif sederhana (baik dalam skala usaha maupun SDMnya).
I .IDENTIFIKASI BIAYA-BIAYA
1.Biaya merupakan pengeluaran guna memperoleh manfaat.
2.Setiap biaya adalah pengeluaran
3.Ada juga pengeluaran yang tidak mendatangkan manfaat
A). BIAYA BERDASARKAN JENIS PENGGUNAAN
1.Biaya Investasi
2.Biaya Modal Kerja
B). BIAYA BERDASARKAN KETERKAITAN DENGAN PRODUK YANG DIHASILKAN
1.Biaya tetap
2.Biaya variable
II. PROYEKSI PENDAPATAN
Sebagai hasil dari perhitungan proyeksi dan harga jual diperoleh proyeksi penerimaan pendapatan/penjualan selama jangka waktu usaha.
Proyeksi Produksi dan Pendapatan Kotor Telur Asin
NoProduk Volum Harga Jual Penjualan 1 Bulan Penjualan 1 Tahun
1Telur Asin 150.000 800 120.000.000 1.440.000.000
TOTAL 120.000.000 1.440.000.000
Biasanya produksi belum mencapai optimum pada tahun-tahun pertama. Khususnya untuk proyek atau usaha yang baru.
Tahun Kapasitas Produksi (%) Volume Penjualan (Ton) Nilai Penjualan (Rp)
Tahun 0 0
tahun 1 60 369 18.432.000
tahun 2 80 1106 55.296.000
tahun 3 100 1835 96.768.000
tahun 4 100 1949 147.456.000
tahun 5 100 1935 96.768.000
III. SUMBER DANA
1.Dana modal sendiri
Berasal dari pemrakarsa/pemilik proyek, investor lain maupun penyertaan dari modal ventura.
2.Pinjaman dari Pihak Ketiga
Berasal dari bank, lembaga keuangan non bank atau suplier. Pinjaman yang diberikan akan menimbulkan beban bunga. Pinjaman dari bank umumnya tidak lebih dari 65% dari kebutuhan riil.
Catatan :
Cara perhitungan besarnya pinjaman yang pantas dijelaskan kemudian setelah pembahasan keadaan keuangan (neraca dan R/L) usaha.
Sumber Dana :
•MODAL SENDIRI :
Pemilik tunggal usaha terbebas daro berbagai pembiayaan.
•MODAL KERJASAMA :
- melibatkan pihak lain (pribadi/badan usaha) menjadi pemegang saham
- membagi resiko bisni dengan pihak lain
- disiplin penggunaan dana dan operasi usaha
- berbagai keutntungan
- Berbagai pembagian tugas wewenang
•MODAL PINJAMAN :
- lembaga perbankan
- Modal Ventura
- Koperasi
- Multifinance
IV. KEADAAN KEUANGAN USAHA
Tiga Laporan Keuangan Utama :
1.NERACA
Neraca adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Komponen neraca :
- Aktiva (kekayaan.harta)
- Kewajiban (utang)
- Modal (Ekuitas)
Kekayaan = Kewajiban + Modal
Net asset = Dana Pemilik
Total Asset = Passiva + Dana Pemilik
2.LAPORAN LABA RUGI
- Laporan rugi laba menggambarkan kinerja perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya selama periode tertentu.
- Kinerja tersebut diukur dengan membandingkan antara pendapatan perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan
- Komponen laba/rugi :
a). Pendapatan
b). Biaya
3.LAPORAN ARUS KAS
Daftar yang menggambarkan arus penerimaan kas dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama periode tertentu yang digunakan sebagai alat perencanaan, pengelolaan dan pengendalian likuiditas perusahaan.
Komponen utama dalam arus kas :
a). Arus Kas Operasi : segala transaksi dan kejadian yang masuk dalam penentuan laba bersih
b). Arus kas Investasi : transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aktiva yang tidak untuk dijual kembali
c). Arus Kas Pendanaan : transaksi yang berkaitan dengan kas didapatkan atau dikembalikan kepada pemilik modal atau kreditor
Beberapa kesukaran umum manajemen kas :
1.Pengawasan inter yang buruk
2.Perencanaan kas yang kurang, apabila tidak mampu memperrkirakan kebutuhan kas, maka akan berisiko kas minus saat operasi
3.Penyimpanan/pengalokasian dana yang tidak tepat, misal karena memiliki kas banyak
4.Kewalahan memberikan putang dan tidak mampu mengendalikan tagihan
5.Kelemahan mengendalikan biaya-biaya
V. EVALUASI KEMAMPUAN FINANSIAL
1.Kemampuan memnuhi kewajiban finansial kepada pihak ketiga
2.Kemampuan menghasilkan laba
3.Evaluasi perputaran usaha
4.Break even point
5.Kriteria kelayakan investasi
Sumber :
http://darmansyah.blog.esaunggul.ac.id/2012/12/08/manajemen-keuangan-wirausaha/
Senin, 26 November 2012
Tanggung jawab sosial Perusahaan ( Corporate Social Responcibility ) # Tugas 4 Softskill Etika Bisnis #
Nama : Roman Niboy
Kelas : 4EA16
Npm : 16209187
Banyak definisi yang menjelaskan makna CSR. Bagaimanapun, makna CSR terus berubah seiring berjalannya waktu (Melling and Jensen 2002). Ketika sebuah keluarga atau pemilik usaha menjalankan bisnis, Program CSR dihubungkan dengan charity – sumbangan atau kedermawanan – philanthropy corporate.
Saat ini tanggung jawab sosial merupakan salah satu aktivitas penting yang dilakukan oleh perusahaan. Sejak era reformasi, masyarakat semakin kritis dan mampu melakukan kontrol terhadap dunia usaha. Perubahan tingkat kesadaran masyarakat tersebut memunculkan kesadaran baru akan pentingnya corporate social responsibility. Perkembangan pelaksanaan program CSR menjadi marak seiring dengan semakin banyaknya kasus kerusakan lingkungan oleh aktivitas operasional perusahaan yang menimbulkan kerugian untuk masyarakat. Pelaksanaan CSR di Indonesia dilandasi oleh UU perseroan terbatas No. 40 tahun 2007. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Konsep CSR menjadi meluas maknanya, salah satunya adalah “Niat baik dan Komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, ekonomi lokal sehingga memberikian kontribusi juga terhadap keberlanjutan perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas dalam” (Nurdizal M. Rachman-2005) Kegiatan tersebut harus dimulai dengan membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungannya dalam arti yang luas.
Definisi lain dari CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
CSR erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan saat ini dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Konsep pembangunan berkelanjutan adalah adanya keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Oleh karena itu, perusahaan yang usahanya berkaitan dengan sumber daya alam harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau dividen, melainkan juga konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Pelaksanaan CSR memberikan keuntungan terhadap kegiatan operasional perusahaan, yaitu terkait citra dan laba. Perusahaan dan masyarakat dapat membina hubungan baik sebagai benteng pembentukan citra positif. Kepercayaan yang timbul dari masyarakat senantiasa akan meningkatkan penerimaan produk di kalangan masyarakat itu sendiri. Pada akhirnya, penerapan CSR dapat memberi jaminan terhadap kelangsungan hidup dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Contoh perusahaan yang menerapkan CSR adalah perusahaan telekomunikasi XL, dimana dalam hal ini XL memberikan kontribusi nyata dengan membangun sebuah taman pintar di yogyakarta , yaitu tempat bagi anak-anak untuk belajar tentang telekomunikasi.
Selain itu XL juga membangun sebuah sekolah juga dengan perpustakaannya di sekolah Permata Sentani, Papua.
XL juga memberikan sumbangan buku bagi Jendela Dunia Reading Park, Cimanggis and Gola Gong’s World House. Selain itu XL juga memberikan penghargaan bagi sebelas siswa berprestasi di sekolah berupa handphone dan juga pulsa gratis selama satu tahun.
Sumber :
http://iknow.apb-group.com/tanggung-jawab-sosial-perusahaan/
http://goodcsr.wordpress.com/about/
http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/CorporateSocialResponsibility
Kelas : 4EA16
Npm : 16209187
Banyak definisi yang menjelaskan makna CSR. Bagaimanapun, makna CSR terus berubah seiring berjalannya waktu (Melling and Jensen 2002). Ketika sebuah keluarga atau pemilik usaha menjalankan bisnis, Program CSR dihubungkan dengan charity – sumbangan atau kedermawanan – philanthropy corporate.
Saat ini tanggung jawab sosial merupakan salah satu aktivitas penting yang dilakukan oleh perusahaan. Sejak era reformasi, masyarakat semakin kritis dan mampu melakukan kontrol terhadap dunia usaha. Perubahan tingkat kesadaran masyarakat tersebut memunculkan kesadaran baru akan pentingnya corporate social responsibility. Perkembangan pelaksanaan program CSR menjadi marak seiring dengan semakin banyaknya kasus kerusakan lingkungan oleh aktivitas operasional perusahaan yang menimbulkan kerugian untuk masyarakat. Pelaksanaan CSR di Indonesia dilandasi oleh UU perseroan terbatas No. 40 tahun 2007. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
Konsep CSR menjadi meluas maknanya, salah satunya adalah “Niat baik dan Komitmen dari perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, ekonomi lokal sehingga memberikian kontribusi juga terhadap keberlanjutan perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas dalam” (Nurdizal M. Rachman-2005) Kegiatan tersebut harus dimulai dengan membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungannya dalam arti yang luas.
Definisi lain dari CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu tindakan atau konsep yang dilakukan oleh perusahaan (sesuai kemampuan perusahaan tersebut) sebagai bentuk tanggungjawab mereka terhadap sosial/lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
CSR erat kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan saat ini dengan tidak mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Konsep pembangunan berkelanjutan adalah adanya keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Oleh karena itu, perusahaan yang usahanya berkaitan dengan sumber daya alam harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau dividen, melainkan juga konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
Pelaksanaan CSR memberikan keuntungan terhadap kegiatan operasional perusahaan, yaitu terkait citra dan laba. Perusahaan dan masyarakat dapat membina hubungan baik sebagai benteng pembentukan citra positif. Kepercayaan yang timbul dari masyarakat senantiasa akan meningkatkan penerimaan produk di kalangan masyarakat itu sendiri. Pada akhirnya, penerapan CSR dapat memberi jaminan terhadap kelangsungan hidup dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
Contoh bentuk tanggung jawab itu bermacam-macam, mulai dari melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa untuk anak tidak mampu, pemberian dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada. Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar profitability.
Contoh perusahaan yang menerapkan CSR adalah perusahaan telekomunikasi XL, dimana dalam hal ini XL memberikan kontribusi nyata dengan membangun sebuah taman pintar di yogyakarta , yaitu tempat bagi anak-anak untuk belajar tentang telekomunikasi.
Selain itu XL juga membangun sebuah sekolah juga dengan perpustakaannya di sekolah Permata Sentani, Papua.
XL juga memberikan sumbangan buku bagi Jendela Dunia Reading Park, Cimanggis and Gola Gong’s World House. Selain itu XL juga memberikan penghargaan bagi sebelas siswa berprestasi di sekolah berupa handphone dan juga pulsa gratis selama satu tahun.
Sumber :
http://iknow.apb-group.com/tanggung-jawab-sosial-perusahaan/
http://goodcsr.wordpress.com/about/
http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html
http://www.xl.co.id/about-us/XLataGlance/CorporateSocialResponsibility
Prinsip Etis Dalam Bisnis # Tugas 3 Softskill Etika Bisnis #
Nama : Roman Niboy
Kelas : 4EA16
Npm :16209187
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena : mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal, mampu meningkatkan motivasi pekerja, melindungi prinsip kebebasan berniaga, mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
2. Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
3. Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
4. Prinsip keadilan
Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain.
5. Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.
Prinsip-prinsip etika bisnis pada dasarnya adalah mematuhi hukum, dan terkadang kita salah mempersepsikan hukum dan etika terlihat identik. Hukum dan moral tidak selalu sama, beberapa hukum tidak mempunyai hubungan moralitas, bahkan hukum kadang melanggar standar moral sehingga bertentangan dengan moralitas, seperti memperlakukan budak sebagai properti dalam hukum perbudakan di perbolehkan. Ini adalah kenyataan bahwa etika tidak begitu saja mengikuti hukum.
Prinsip-prinsip etika bisnis seharusnya di terapkan perniagaan / bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang di sengaja dan karena bisnis merupakan aktivitas manusia yang disengaja.
Prisip-prinsip etika bisnis seharusnya di implementasikan dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari keuntungan. Beberapa studi mengenai etika bisnis menunjukan hubungan yang positif antara perilaku yang bertanggung jawab secara sosial dengan profitbilitas / keuntungan. Studi lain melihat, perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial bertransaksi di pasar saham, memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya.
Dalam jangka panjang lebih baik menjadi etis atau mematuhi etika bisnis dari pada tidak etis, meskipun perilaku tidak etis dalam bisnis kadang berhasil, namun dalam jangka panjang perilaku ini cenderung menjadi kekalahan karena meruntuhkan hubungan koperatif yang berjangka lama dengan pelanggan, karyawan, dan anggota masyrakat dimana kesuksesan bisnis sangat bergantung.
Akhirnya kita harus mengetahui ada banyak bukti bahwa sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka anggap berprilaku tidak etis. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mengganggap ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya.
Sumber :
http://eka-piaoliang.mhs.narotama.ac.id/2012/10/01/makalah-pelanggaran-etika-bisnis/
http://www.jaringankomputer.org/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial/
Kelas : 4EA16
Npm :16209187
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena : mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal, mampu meningkatkan motivasi pekerja, melindungi prinsip kebebasan berniaga, mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier
Prinsip-prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip otonomi
Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
2. Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
3. Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
4. Prinsip keadilan
Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain.
5. Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.
Prinsip-prinsip etika bisnis pada dasarnya adalah mematuhi hukum, dan terkadang kita salah mempersepsikan hukum dan etika terlihat identik. Hukum dan moral tidak selalu sama, beberapa hukum tidak mempunyai hubungan moralitas, bahkan hukum kadang melanggar standar moral sehingga bertentangan dengan moralitas, seperti memperlakukan budak sebagai properti dalam hukum perbudakan di perbolehkan. Ini adalah kenyataan bahwa etika tidak begitu saja mengikuti hukum.
Prinsip-prinsip etika bisnis seharusnya di terapkan perniagaan / bisnis dengan menunjukan bahwa etika mengatur semua aktivitas manusia yang di sengaja dan karena bisnis merupakan aktivitas manusia yang disengaja.
Prisip-prinsip etika bisnis seharusnya di implementasikan dengan menunjukan bahwa etika konsisten dengan tujuan bisnis, khususnya dalam mencari keuntungan. Beberapa studi mengenai etika bisnis menunjukan hubungan yang positif antara perilaku yang bertanggung jawab secara sosial dengan profitbilitas / keuntungan. Studi lain melihat, perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial bertransaksi di pasar saham, memperoleh pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan lainnya.
Dalam jangka panjang lebih baik menjadi etis atau mematuhi etika bisnis dari pada tidak etis, meskipun perilaku tidak etis dalam bisnis kadang berhasil, namun dalam jangka panjang perilaku ini cenderung menjadi kekalahan karena meruntuhkan hubungan koperatif yang berjangka lama dengan pelanggan, karyawan, dan anggota masyrakat dimana kesuksesan bisnis sangat bergantung.
Akhirnya kita harus mengetahui ada banyak bukti bahwa sebagian besar orang akan menilai perilaku etis dengan menghukum siapa saja yang mereka anggap berprilaku tidak etis. Pelanggan akan melawan perusahaan jika mereka mengganggap ketidakadilan yang dilakukan perusahaan dalam bisnis lainnya.
Sumber :
http://eka-piaoliang.mhs.narotama.ac.id/2012/10/01/makalah-pelanggaran-etika-bisnis/
http://www.jaringankomputer.org/etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial/
Minggu, 28 Oktober 2012
Contoh Bisnis kurang etika # Tugas 2 softkill Etika Bisnis #
Nama : Roman Niboy
Kelas : 4EA16
Npm : 16209187
Kasus obat anti nyamuk Hit Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran. Dari ketiga kasus di atas, Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Dalam jangka panjang, apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.
Tanggapan : seharusnya jika memang benar produk yang di keluarkan hit adalah beracun dan dapat menyebabkan kanker, maka perusahaan harus mengumumkannya kepada khalayak ramai kemudian dengan segera menarik produk tersebut sebelum jatuh korban yang tidak diinginkan.
Etika terhadap komunitas masyarakat Tindakan Kejahatan Korporasi PT. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo, Jawa Timur). Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter. Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas. Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong, Sidoarjo. Lapindo akan membayar Rp2,5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah, dan Rp120.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur.
Tanggapan : kebocoran pipa gas PT Lapindo Berantas jelas telah merugikan banyak orang, seharusnya pihak PT harus mengganti segala macam kerugian yang telah di alami warga tanpa harus menuggu para korban terluntang-luntang nasibnya. Karena kebocoran gas ini telah menimbulkan efek domino yang luar biasa bagi mereka yang terkena dampaknya secara langsung maupun tidak. Sudah saatnya juga pemerintah turun tangan dalam penyelesaian masalah ini, agar jangan ada pihak yang dirugikan maupun yang di untungkan atas kejadian ini.
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/86541982/Contoh-Kasus-Pelanggaran-Etika-Bisnis
Kelas : 4EA16
Npm : 16209187
Kasus obat anti nyamuk Hit Pada kasus Hit, meskipun perusahaan telah meminta maaf dan berjanji untuk menarik produknya, ada kesan permintaan maaf itu klise. Penarikan produk yang kandungannya bisa menyebabkan kanker tersebut terkesan tidak sungguh-sungguh dilakukan. Produk berbahaya itu masih beredar di pasaran. Dari ketiga kasus di atas, Hit merupakan contoh yang kurang baik dalam menangani masalahnya. Paradigma yang benar yaitu seharusnya perusahaan memperhatikan adanya hubungan sinergi antara etika dan laba. Di era kompetisi yang ketat ini, reputasi baik merupakan sebuah competitive advantage yang harus dipertahankan. Dalam jangka panjang, apabila perusahaan meletakkan keselamatan konsumen di atas kepentingan perusahaan maka akan berbuah keuntungan yang lebih besar bagi perusahaan.
Tanggapan : seharusnya jika memang benar produk yang di keluarkan hit adalah beracun dan dapat menyebabkan kanker, maka perusahaan harus mengumumkannya kepada khalayak ramai kemudian dengan segera menarik produk tersebut sebelum jatuh korban yang tidak diinginkan.
Etika terhadap komunitas masyarakat Tindakan Kejahatan Korporasi PT. Lapindo Brantas (Terhadap Masyarakat dan Lingkungan Hidup di Sidoarjo, Jawa Timur). Telah satu bulan lebih sejak terjadinya kebocoran gas di areal eksplorasi gas PT. Lapindo Brantas (Lapindo) di Desa Ronokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kebocoran gas tersebut berupa semburan asap putih dari rekahan tanah, membumbung tinggi sekitar 10 meter. Semburan gas tersebut disertai keluarnya cairan lumpur dan meluber ke lahan warga. tak kurang 10 pabrik harus tutup, 90 hektar sawah dan pemukiman penduduk tak bisa digunakan dan ditempati lagi, demikian juga dengan tambak-tambak bandeng, belum lagi jalan tol Surabaya-Gempol yang harus ditutup karena semua tergenang lumpur panas. Perusahaan terkesan lebih mengutamakan penyelamatan asset-asetnya daripada mengatasi soal lingkungan dan social yang ditimbulkan. Namun Lapindo Brantas akhirnya sepakat untuk membayarkan tuntutan ganti rugi kepada warga korban banjir Lumpur Porong, Sidoarjo. Lapindo akan membayar Rp2,5 juta per meter persegi untuk tanah pekarangan beserta bangunan rumah, dan Rp120.000 per meter persegi untuk sawah yang terendam lumpur.
Tanggapan : kebocoran pipa gas PT Lapindo Berantas jelas telah merugikan banyak orang, seharusnya pihak PT harus mengganti segala macam kerugian yang telah di alami warga tanpa harus menuggu para korban terluntang-luntang nasibnya. Karena kebocoran gas ini telah menimbulkan efek domino yang luar biasa bagi mereka yang terkena dampaknya secara langsung maupun tidak. Sudah saatnya juga pemerintah turun tangan dalam penyelesaian masalah ini, agar jangan ada pihak yang dirugikan maupun yang di untungkan atas kejadian ini.
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/86541982/Contoh-Kasus-Pelanggaran-Etika-Bisnis
Kamis, 11 Oktober 2012
Pengertian Bisnis, Etika Bisnis, dan Indikator Etika Bisnis #Tugas Softskill 1 Etika Bisnis#
Nama : Roman Niboy
Kelas : 4EA16
NPM : 16209187
Tugas : Etika Bisnis #
Pengertian Bisnis, Etika Bisnis, dan Indikator Etika Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menghasilkan dan menjual produk atau jasa yang dibutuhkan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.
Pengertian Etika Bisnis Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya. Dengan saling percaya, kegiatan bisnis akan berkembang baik. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan.
Menurut Bertens etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Moralitas selalu berkaitan dengan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan bisnis merupakan salah satu kegiatan manusia.
Menurut Richard De George etika bisnis merupakan alat bagi para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis mereka dengan lebih bertanggung jawab secara moral.
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
• Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya.
• Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat.
• Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak-pihak yang melakukannya.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah:
a. Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".
b. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
c. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi. Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
d. Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatankekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
e. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
f. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
g. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait.
h. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
i. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan"gugur" satu semi satu.
j. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.
k. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah.
Indikator Etika Bisnis :
- Perusahan / pebisnis telah melakukan mengelolaan sumberdaya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat
- Menurut pada peraturan yang berlaku
- Menurut pada hukum
- Berdasar pada ajaran agama
- Berdasar pada nilai budaya
Sumber :
- http://etika.lecture.ub.ac.id/files/2012/02/kuliah-03-Etika.pdf
- http://www.scribd.com/doc/24494554/Pengertian-Bisnis-Dan-Ekonomi
- http://www.scribd.com/doc/39576834/Pengertian-Etika-Bisnis
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20etika%20bisnis&source=web&cd=9&cad=rja&ved=0CFAQFjAI&url=http%3A%2F%2Flontar.ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F126015-RB06P31e-Etika%2520bisnis-Literatur.pdf&ei=PnV2UN6MKsnKrAe1poHIDw&usg=AFQjCNFGiq0MvmP5g6u1Pc1NJ-CftkNh3Q
Kelas : 4EA16
NPM : 16209187
Tugas : Etika Bisnis #
Pengertian Bisnis, Etika Bisnis, dan Indikator Etika Bisnis
Bisnis adalah suatu organisasi yang menghasilkan dan menjual produk atau jasa yang dibutuhkan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.
Pengertian Etika Bisnis Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Etika bisnis merupakan studi standar formal dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam system dan organisasi yang digunakan masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam organisasi.
Bisnis adalah kegiatan yang mengutamakan rasa saling percaya. Dengan saling percaya, kegiatan bisnis akan berkembang baik. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang menjamin kegiatan.
Menurut Bertens etika bisnis adalah pemikiran atau refleksi kritis tentang moralitas dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Moralitas selalu berkaitan dengan dengan apa yang dilakukan manusia, dan kegiatan bisnis merupakan salah satu kegiatan manusia.
Menurut Richard De George etika bisnis merupakan alat bagi para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis mereka dengan lebih bertanggung jawab secara moral.
Beberapa hal yang mendasari perlunya etika dalam kegiatan bisnis:
• Selain mempertaruhkan barang dan uang untuk tujuan keuntungan, bisnis juga mempertaruhkan nama, harga diri, bahkan nasib manusia yang terlibat di dalamnya.
• Bisnis adalah bagian penting dalam masyarakat.
• Bisnis juga membutuhkan etika yang setidaknya mampu memberikan pedoman bagi pihak-pihak yang melakukannya.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah:
a. Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang "etis".
b. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk "uang" dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
c. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi. Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
d. Menciptakan persaingan yang sehat Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatankekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
e. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan" Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-"ekspoitasi" lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
f. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
g. Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan "katabelece" dari "koneksi" serta melakukan "kongkalikong" dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi" serta memberikan "komisi" kepada pihak yang terkait.
h. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah Untuk menciptakan kondisi bisnis yang "kondusif" harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
i. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada "oknum", baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan "kecurangan" demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan"gugur" satu semi satu.
j. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis.
k. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan. Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti "proteksi" terhadap pengusaha lemah.
Indikator Etika Bisnis :
- Perusahan / pebisnis telah melakukan mengelolaan sumberdaya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat
- Menurut pada peraturan yang berlaku
- Menurut pada hukum
- Berdasar pada ajaran agama
- Berdasar pada nilai budaya
Sumber :
- http://etika.lecture.ub.ac.id/files/2012/02/kuliah-03-Etika.pdf
- http://www.scribd.com/doc/24494554/Pengertian-Bisnis-Dan-Ekonomi
- http://www.scribd.com/doc/39576834/Pengertian-Etika-Bisnis
- http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%20etika%20bisnis&source=web&cd=9&cad=rja&ved=0CFAQFjAI&url=http%3A%2F%2Flontar.ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F126015-RB06P31e-Etika%2520bisnis-Literatur.pdf&ei=PnV2UN6MKsnKrAe1poHIDw&usg=AFQjCNFGiq0MvmP5g6u1Pc1NJ-CftkNh3Q
Minggu, 24 Juni 2012
Pendapat saya mengenai mata kuliah softfkill di Kampus Gunadarma#Softskill tugas Bahasa Indonesia 2
Nama : ROMAN NIBOY
Kelas : 3 EA 16
NPM : 16209187
TUGAS B.indonesia2 Softskill
Mata kuliah softskill adalah mata kuliah yang pertemuannya hanya satu kali dalam sebulan. Selama sebulan tidak bertemu itu, mahasiswa di berikan tugas dari dosen, ditambah lagi dengan membuat tulisan. Semua tugas dan tulisan tersebut harus diposting mahasiswa ke dalam blog mereka masing-masing. Setelah itu url blog tugas dan tulisan tersebut dikirim ke studentsite gunadarma. Menurut pendapat saya dengan jumlah pertemuan mata kuliah softskill hanya hanya satu bulan sekali, memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari mata kuliah softskill adalah mahasiswa menjadi lebih mengerti dengan dunia internet karena tugas dikerjakan lewat blog yang tentunya berkaitan dengan internet. Kelebihan lainya adalah disini dapat kita ketahui tanggung jawab mahasiswa dalam mengerjakan tugasnya. Kekurangan yang diakibatkan dari mata kuliah softskill adalah mahasiswa kurang antusias terhadap mata kuliah softskil dikarenakan jumlah pertemuannya yang hanya satu bulan sekali. kekurangan lainnya adalah mahasiswa kurang memahami apa yang sebenarnya dipelajari pada mata kuliah softskil. Terlepas dari kelebihan dan kekurang diatas, mahasiswa tidak boleh mengganggap remeh setiap mata kuliah yang diberikan oleh kampus.
Nama : ROMAN NIBOY
Kelas : 3 EA 16
NPM : 16209187
TUGAS B.indonesia2 Softskill
Mata kuliah softskill adalah mata kuliah yang pertemuannya hanya satu kali dalam sebulan. Selama sebulan tidak bertemu itu, mahasiswa di berikan tugas dari dosen, ditambah lagi dengan membuat tulisan. Semua tugas dan tulisan tersebut harus diposting mahasiswa ke dalam blog mereka masing-masing. Setelah itu url blog tugas dan tulisan tersebut dikirim ke studentsite gunadarma. Menurut pendapat saya dengan jumlah pertemuan mata kuliah softskill hanya hanya satu bulan sekali, memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari mata kuliah softskill adalah mahasiswa menjadi lebih mengerti dengan dunia internet karena tugas dikerjakan lewat blog yang tentunya berkaitan dengan internet. Kelebihan lainya adalah disini dapat kita ketahui tanggung jawab mahasiswa dalam mengerjakan tugasnya. Kekurangan yang diakibatkan dari mata kuliah softskill adalah mahasiswa kurang antusias terhadap mata kuliah softskil dikarenakan jumlah pertemuannya yang hanya satu bulan sekali. kekurangan lainnya adalah mahasiswa kurang memahami apa yang sebenarnya dipelajari pada mata kuliah softskil. Terlepas dari kelebihan dan kekurang diatas, mahasiswa tidak boleh mengganggap remeh setiap mata kuliah yang diberikan oleh kampus.
Langganan:
Postingan (Atom)